Sabtu, 11 Februari 2012

Just do (the smallest thing you know)

Share
Talk less do more

No action Talk Only

Just do it










Sepertinya kata-kata yang ditulis besar-besar  diatas belum cukup mengerakkan anda untuk “melakukan sesuatu” sehingga anda perlu membaca kata-kata yang lebih kecil dan remeh yang sengaja aku taruh dibawah tulisan ini dan agak jauh pula.

Banyak orang yang sengaja mengulur-ulur waktu atas nama pertimbangan dan yang lainnya yang, celakannya mencegah niat baik jadi urung dilakukan menjadi perbuatan baik. Sebagai contoh kecil dan pengalaman pribadi:
Jika anda melihat “orang yang agak kurang sehat dan normal” berkeliaran dipinggir jalan berbaju lusuh, jarang mandi, kelihatan mencari-cari sesuatu (mungkin karna lapar).
1.       Apa yang anda pikirkan?
2.       Apa yang anda lakukan kemudian?
Jawaban pertama beragam : ada yang merasa iba dan kasihan, ada yang melihat dan bertanya dalam hati orang ini ngapain dan apa yang dilakukannya ya? Dimana keluargannya? Kemudian tanyannya, ada yang hanya melihat dan tak peduli, ada juga yang langsung menyalahkan pemerintah yang mestinya mengurus mereka ini, ada juga yang punya perasaan takut tapi kasihan. Macam-macamlah

Tapi yang lebih penting dan itulah kenapa tulisan ini dibuat,  Adalah pertanyaan  yang kedua dan jawabanya hampir seragam........mereka kadang hanya melihat dan ngomong. Tak lebih.  Aku kagum pada seorang lelaki pengendara sepeda motor yang begitu melihat “orang ini” dia berhenti sebentar, trus pergi lagi. Tak lama kemudian kembali lagi dengan sekantong plastik roti dan kue-kue kecil dan sebotol minuman air mineral untuk diberikan pada “orang ini”. Mulia sekali

Lelaki pengendara motor ini melihat sesuatu yang mungkin... .ehm, maaf salah..... jelas sekali merasa iba, dia merasa iba, kemudian melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang dia mampu dan bisa dilakukan untuk menolong “orang ini” yang terkadang lebih penting untuk dilakukan melihat kondisi orang yang ditolongnya.  Melihat peristiwa/kejadian - Merasa iba/kasihan - Berbuat sesuatu (sekecil apapun itu). Sederhana bukan?

Jadi tunggu apa?
dan melihat-lihat apa lagi?
Jika anda merasa punya ide briliant dan luar biasa  tentang suatu rencana, lakukanlah. Jika anda merasa bosan jadi pegawai kemudian punya ide bisnis, kerjakan itu, sambil tetap bekerja dan berusaha dengan cara yang baik. Jika anda merasa kasihan dan iba melihat sesuatu peristiwa bencana individu atau kolektif, berbuatlah sesuatu..................jangan hanya diam dan habis dalam kata-kata.

Ijinkan aku menutup tulisan ini dangan kata-kata berikut,
Ciri-ciri orang beriman adalah, meyakini dalam hati, mengucapkan ikrar janji, dan mengerjakan semua perintah dan larangan-Nya. Jika anda meyakini sesuatu yang baik..........bulatkan hati, ucapkan dengan kata-kata (diskusi, rencana, hitung-hitung modal), dan

KERJAKAN DAN LAKUKAN SEMUA ITU

Jumat, 03 Februari 2012

Alegy sang kupu-kupu

Share Kau bagiku
adalah kepompong
aku harus rajin mengingatkan
membuka selubung-selubung masa lalu
agar dunia tahu
betapa indahnya warna sayap hati
dan betapa mulianya kepakan-kepakan perbuatanmu itu....

setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan
kau.........aku......
seperti ulat yang rakus
lahap mengerogoti daun-daun
ya............ada masanya kita bertingkah 
seperti itu.........

Hanya Sang Maha Kuasa yang mampu membolak-balikkan hati
termasuk kau dan aku.....

Jangan berkubang terlalu lama 
membungkus diri dalam renungan.......

Perlihatkanlah sayap...............
megarkan keindahan
dan pesonakan warnanya......






Bekasi, 7 januari 2010
sebuah puisi yang telah dibagikan pada fb

Anak kaki gunung, sebuah pendapat pribadi tentang tayangan sinetron di televisi

Share
Sebuah sinetron baru yang ditayangkan oleh salah satu tv swasta nasional yaitu SCTV, tayang tiap hari senin sampai jum’at jam 17.30 – 18.30 WIB. Berjudul anak kaki gunung. 

Sinetron ini dibintangi oleh Faizul Fawaldi, Farhan Piliang, M. Haryanda, Dewi Irawan, Dorman Borisman, Deddy Mizwar, Afrizal Anoda, Rahman Jacob, Ade Irawan, Ananda Putri, Edi Riwanto, Rafi Zulkha, M Fidzi, Lalil Rahim, Fawwaz, M Fahri Denaya, Aty Cancer, Tissa Biani Azahra, Hafizh.

Sinopsis sinetron ini diceritakan tentang kisah empat bersaudara yaitu Eliana, Pukat, Burhan, dan Amelia adalah anak-anak pasangan Pak Syahdan dan Mak Nur. Keluarga ini tinggal di sebuah kampung yang terletak di kaki gunung Singgalang, Sumatra Barat, yang jauh dari perkotaan. Hanya ada satu sekolah dasar di kampung tersebut, dengan jumlah murid disetiap kelasnya yang tidak lebih dari delapan orang, bangunan sekolahnyapun bisa dibilang tidak layak, dengan Pak Taufik, guru honorer yang telah mengabdi selama 15 tahun sebagai satu-satunya guru disekolah itu. Setiap malam, selain kegiatan bersekolah dipagi harinya. Eliana, Pukat, Burhan, dan Amelia juga mengaji pada Nek Kiba, satu-satunya guru mengaji di kampung itu. Ini adalah kisah tentang kehidupan anak-anak usia sekolah dasar yang hidup dalam kesederhanaan dan berlatar belakang keindahan pesona alam pegunungan yang masih asri, meskipun dengan sarana penunjang pendidikan yang kurang memadai (gedung sekolah yang tidak layak, guru yang terbatas) namun tidak menjadi penghalang bagi anak-anak ini dalam memenuhi hasrat dan keingintahuan mereka tentang ilmu dan kearifan yang diajarkan oleh guru yang penuh pengabdian dan kejujuran (pak Taufik) dan penuh dengan petuah dan budi pekerti yang luar biasa seperti yang ditunjukkan tokoh Nek Kiba, serta tak lupa dengan dukungan dan peranan orang tua anak-anak ini, berusaha memecahkan masalah yang dihadapi dengan kearifan dan kepolosan mereka. peristiwa dalam untaian-untaian adegan dijalin dengan pehuh kegembiraan, keharuan, kepolosan dan kelucuan khas dunia anak-anak. 

Belajar tanpa mengurui begitulah yang bisa aku tangkap dari adanya tayangan ini. Sebab belajar yang terbaik tidak cukup dengan hanya sekedar kata-kata tapi dengan keteladanan. Dan keteladanan itu telah mereka lihat dalam kehidupan mereka sehari-hari lewat guru-guru, orang tua, serta lingkungannya. Semoga lebih banyak lagi tayangan yang memperkaya hati dan wawasan, membumi. 

Semoga berkurang tayangan sinetron yang melukai akal sehat jalan ceritannya, bintang-bintang muda yang hanya berkilau dipandang mata, borjuis, dengan tokoh yang jika tidak penuh dengan hedonisme, pastilah iri dengki.

Salut dan acungan jempol buat Pak Deddy Mizwar. Melalui film, Bapak turut memperlihatkan kepada khayalak umum betapa nilai-nilai luhur budi pekerti bisa tertanam dan menjadi watak bukan semata karena materi dan sarana tapi karena keteladanan dalam keseharian Terimakasih bagi mereka yang terlibat dalam pembuatan dan penayangan sinetron ini yang telah memberi inspirasi bagi kami untuk belajar menata diri untuk berbuat lebih baik lagi dalam bidang yang kita masing-masing tekuni.

Rabu, 01 Februari 2012

YBLI MENYAPA: Dicari sosok pemimpin teladan

Share YBLI MENYAPA: Dicari sosok pemimpin teladan: Dicari Sosok pemimpin teladan Ki Hajar Dewantara pernah dulu  mengatakan “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri h...

Sabtu, 28 Januari 2012

Share
CURRENT MOON

Dicari sosok pemimpin teladan

Share
Dicari
Sosok pemimpin teladan

Ki Hajar Dewantara pernah dulu  mengatakan “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani” yang bisa diartikan “jika didepan memberi tauladan, jika di tengah memberi bimbingan, dibelakang memberi dorongan”. Begitulah semboyan yang mestinya jadi pakem seorang pemimpin dimanapun adanya.

Sosok pemimpin seperti itu bisa dikatakan jarang ada sekarang ini, jarang ini bukan berarti tidak ada. Masih ada dan banyak sosok pemimpin yang tidak sekedar pandai beretorika atau hidup dalam alam lingkungannya sendiri hidup damai sejahtera bersama sanak famili dan kroninya. Ada pepimpin yang sangat sederhana tapi begitu memukau budi dan jiwanya. Jika kita ambil contoh, melihat sosok Gandhi dari India yang berlatar belakang diploma pengacara tapi berpenampilan sangat sederhana, memakai kain putih yang kebanyakan di tenun dari tangan sendiri, yang melawan tirani Inggris pada saat itu, dengan perjuangan damainya, sikap dan semangatnya yang ditiru sampai dengan hari ini oleh para pejabat India dengan berbusana putih yang selalu dikenakan sebagai simbol kesucian dan kesederhaan, berusaha mewarisi sikap dan semangat sang “Mahatma”, sang jiwa yang suci Gandhi.

Kecil hati dan suara ini jika kita melihat tingkah pejabat dan petinggi dinegeri yang berbhineka tunggal ika ini. Sepertinya sudah tidak ada contoh dari pemimpin dari masa terdahulu dinegeri yang indah ini, untuk ditiru dan diwariskan sikap agung dan semangatnya yang berbekas dan dapat dilihat dari umumnya pemimpin kita yang sekarang. Jika dulu ada bung Karno dengan kobar semangat nasionalismenya, atau kesederhanaan dan keteguhan hati seorang bung Hatta, kegigihan dan kecerdikan sang jendral Sudirman yang dengan semangat kebersamaan dalam segala keterbatasan peralatan tempur yang dimilikinya mampu melawan  dan merepotkan Belanda dengan Taktik gerilya yang melegenda dan dijadikan rujukan dan bahan kajian bagi para jendral diseluruh dunia. Luar biasa

Dan adakah yang dijadikan “icon”?  Tidak ada jejak yang diambil sebagai panutan bagi pepimpin kita. Risih dan gelisah rasanya membicarakan ini. Aku rindu sosok pepimpin yang bisa dijadikan panutan. Tidak usah sebersih dan semulia seperti para sahabat nabi perbuatannya. Terlalu jauh nanti berharap. Aku banyak berharap dan merindukan sikap pemimpin yang mungkin seperti pak Dahlan Iskan sang menteri BUMN sekarang, atau pak Jokowi sang walikota atau sosok pelatih RD sang mantan pelatih garuda muda. Alangkah menyenangkan jika banyak pepimpin bisa bersikap dan begitu memukau dalam indahnya perbuatan dan kesederhanaan.  Dimana sih para pemimpin ini dulu sekolah? Kurikulum apa yang didapat? Apakah dengan uang pangkal yang wah dan sekolah yang bonafide bisa mencetak sosok-sosok seperti ini? Bisakah sikap dan moral seperti ini di ”produksi” dan diajarkan secara massal?  Bisakah sikap dan moral ini dikemas dalam bentuk kemasan sekolah yang mahal, bermerek dan dijabarkan dalam angka-angka  dan dibagikan seperti raport seperti matematika atau pelajaran yang lainnya seperti sekarang ini?

Money talks. It gives what you need but not always what you want.

Sebelum jauh melangkah ijinkan aku memberi contoh yang lain. Mari kuperkenalkan dengan salah satu sosok berikut ini namanya Pak Usman. Menurut aku, beliau adalah sosok yang pantas jadi tauladan seorang pemimpin dalam kehidupan sehari-hari. Beliau bergelar Drs. Dan MM didepan dan belakang namannya. Beliau berprofesi  sebagai guru dan menyandang amanah sebagai Kepsek di suatu daerah pinggiran ibu kota. Setiap hari beliau berangkat paling pagi atau setidaknya setengah jam sebelum bel tanda masuk berbunyi. Beliau tidak segan-segan memungguti sampah plastik yang tanpa sengaja jatuh,  terkadang menyapu bahkan pernah memeriksa dan membersihkan sendiri toilet murid-murid sekolah tersebut. Suatu perbuatan baik yang biasanya enggan dilakukan orang yang sudah mempunyai gelar akademisi tinggi untuk ikut melakukan hal yang kadang dipandang remeh dan rendah tapi ini tidak berlaku untuk beliau. Ikut nongkrong didepan serambi masjid sambil ngobrol dan tak jarang bercanda dengan pesuruh, guru, maupun dengan staff yang lain, dan beliau sering mentraktir makan semua yang kumpul disana meskipun sudah membawa bekal nasi dari rumah yang sepertinya sudah jadi kebiasaan beliau. Memperindah tempat dan lingkungan kerja, menghijaukannya.  Seorang pemimpin yang memberi contoh tidak hanya menyuruh dengan kata-kata tapi dengan perilaku, merangkul semua bawahannya tidak dengan sistem hirearki kaku tapi dengan keakraban, dan memberi tanpa menunggu untuk diminta.menganggap jabatan adalah suatu amanah dan berusaha melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Memanusiakan manusia. Seperti sosok seorang bapak tempat berkeluh kesah “anak-anak”nya.

 Menurutku perilaku seperti ini patut dipuji dan ditiru bagi semua. Dan aku pengin berbuat seperti itu dengan segala keterbatasanku. Kuharap kamu juga begitu, siapapun dan apapun profesimu sekarang ini? Berbuat amanah dan baik sebagai kesatuan, seperti kodrat perilaku manusia yang beradab, bukan dengan tingginya posisi jabatan atau gelar yang diraihnya melainkan dengan perbuatannya. Dan jika kamu berdoa untuk kebaikanmu.....   mungkin  seseorang akan ikut mendoakanmu dengan perbuatan baikmu itu.

Terima kasih pak Usman, atas segala kebaikan yang bapak lakukan




Rabu, 21 Desember 2011

Ekstrim Kuliner

Share
Ekstrim kuliner di Indonesia
Negeri ini dikenal akan keanekaragaman suku, bahasa dan budayanya masing-masing , tak terkecuali dengan kulinernya. Ada beragam jenis makanan yang bisa ditemukan di Indonesia. Dari mulai soto saja yang beragam, sesuai dengan tempat dan daerah yang menyesuaikan barangkali dengan selera orang yang tinggal di daerah tersebut. Nah bicara soal selera nih, ada makanan yang mungkin kurang lazim di konsumsi secara umum tapi menjadi kuliner yang khas disuatu daerah. Berikut adalah contoh-contoh yang bisa anda lihat. Makanan-makanan apa saja yang unik kalau enggan dikatakan ekstrim hehehe. Soal rasa bisa diperdebatkan, untuk peniLaian bukan ranah saya untuk menjawab, ini kan masalah selera sekali lagi dan selera adalah sesuatu yang prestise dan pribadI, untuk alasan ini pulalah beberapa menu kuliner ini saya istilahkan dalam bahasa inggris terjemahan bebas dan merdeka tidak mengikuti pakem. Yuk kita lihat barang-barang....eh...bareng-bareng...anda disitu saya disini......mari :

1.       FRIED (not afraid) TEAK  COCOON
Kepompong ulat jati goreng

Bagi anda yang baru mendengar atau membaca tentu belum tahu ya bentuknya seperti apa? Bentuknya kalau sudah matang mirip kapsul obat yang berwarna coklat. Kuliner ini saya makan (bukan temukan) di sekitar perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Biasanya digoreng biasa dan cuman ditambahi garam dan bawang putih, boleh ditambahkan dengan daging tenderloin prime australia untuk memperkaya rasa jika anda suka. Tapi untuk kali ini saya fokus ke kepongpongnya sebagai menu utama. Rasanya...hem.....jangan ditanya. Gurih banget............tapi..................... waspadalah terhadap makanan ini karena bagi sebagian orang (termasuk saya contohnya) bisa terkena alergi.....dan alergi ini efeknya bagi saya adalah ruam-ruam merah disekujur badan termasuk muka, mirip tokoh Marvel comik si Hulk dalam proses perubahannya. Mohon jangan repot-repot membayangkan muka saya, cukup saya yang merasakan alergi ini.

2.       Honeycomb in Bothox oblox-oblox
Bothok Sarang Tawon




Familiar dengan sarang burung walet yang dijadikan kuliner lezat? Nah yang satu ini hampir mirip dengan itu, yaitu sama-sama mengunakan kata Sarang  J. Ini adalah kuliner yang lezat dengan bahan yang tak lazim juga. Bahan yang dipergunakan adalah sarang tawon/lebah, lengkap dengan telur dan larva yang ada didalamnya. Biasa diolah dalam bungkus daun pisang dan di tim. Bersama dengan parutan kelapa, bumbu-bumbu dan sebagainya. Bagi anda yang tinggal di Jawa daerah tertentu dan sudah agak berumur tentu tak asing dengan menu ini. Bagi sebagian orang, yang muda-muda terutama akan kesulitan menemukan kembali menu ini karena jarang yang mengolah dan menkonsumsi makanan unik ini.







3.       Flying white ant crisp
Rempeyek Laron

Nah kalo rempeyek sebagian besar orang indonesia pasti tau makanan ini. Terbuat dari campuran tepung beras dan sagu digoreng tipis-tipis bulat mirip kerupuk dengan campuran yang umum adalah kacang tanah atau kacang hijau. Kalau yang satu ini dengan campuran yang tidak umum yaitu laron alias anai-anai/rayap yang sudah dewasa dan siap berkembang biak biasanya akan berubah bentuk menjadi bersayap dan terbang beramai-ramai keluar dari sarangnya yang didalam tanah untuk mencari pasangannya, setelah bertemu pasangannya terus ditanggalkan lagi deh sayap tadi untuk kemudian kembali masuk kedalam sarang. Ehm, nga usah pengin tau apa yang mereka lakukan kembali setelah masuk ke sarangnya bersama pasangannya tersebut.  Topik kita saat ini adalah kuliner ya.......hehehe.
Laron adalah rayap yang sudah menanggalkan kembali sayapnya tadi. Orang jawa dulu sering menangkap laron ini untuk dikonsumsi. Beragam bentuk kuliner yang bisa disajikan dari bahan ini, mulai dari hanya digoreng biasa, dijadikan bothok tadi atau diolah untuk rempeyek........

4.       Bamboo shoot
Rebung
Dari tadi ngomongin hewan melulu, sekarang kita bahas tanaman ah. Rebung sebagai bahan kuliner yang enak. Biasanya diolah untuk bahan sayur lodeh . untuk mengolahnya diperlukan tehnik khusus untuk membuang duri-duri lembut dari rebung tadi dan rasa yang agak getir dari getahnya. Tapi ditangan yang ahli...rebung ini enak banget. bahan makanan yang satu ini sebenarnya sudah dikenal luas diwilayah Asia pada umumnya. 





5.       Taro
Talas/Tales
Add caption


Bahan makanan ini umum dijumpai dalam bentuk sayuran ada juga dalam bentuk keripik. Talas adalah tanaman umbi-umbian, berdaun lebar. Dikonsumsi terutama untuk daerah Jawa Barat. khusus untuk tanaman ini sudah jadi komuditi ekspor bagi wilayah Jawa Barat untuk negara Jepang terutama, selain umbi-umbian yang lain. 

6.       Mouse in the jungle and now they in the plate
Tikus hutan

Untuk bahan yang satu ini lazim dijadikan bahan kuliner didaerah Tomohon, Sulawesi Utara. Tikus yang dipergunakan sebagai bahan ini diperoleh di hutan. Bukan tikus-tikus yang hidup di got atau rumah biasa. Tikus hutan ini biasanya dijual sudah dalam bentuk sudah dipanggang dan siap untuk diolah sebagai bahan kuliner.




7.       Paddy Snail
Tutut (keong kecil)


Tutut (Viviparus Javanica/Bellamnya Javanica) adalah keong-keong kecil yang biasa ditemukan diselokan sawah yang berair jernih dan bersih dari polusi. Tutut warnanya hitam, banyak jenis keong, bentuk dan ragamnya dan tidak semua bisa diolah menjadi bahan makanan. Di Jawa barat dan Padang, umum dikonsumsi sebagai kuliner yang lezat.


8.       Escargot
Bekicot

Kalau untuk bahan makanan yang satu ini negara kita tidak sendiri. Orang Perancis sangat mengemarinya. Disana makanan ini tergolong makanan yang esklusif dan mahal. Untuk di Indonesia ehm banyak ditemukan di warung  hik pinggir jalan di Solo dan Jogja dalam bentuk sate bekicot.  Besok-besok saya punya usul untuk merubah nama kuliner ini menjadi satay escargot jangan sate bekicot, kurang berkelas. Bagaimana? Bagus kan? Padahal bahannya sama...hehehe 

9.       Coconat black Crap
Ketam Kenari


Ketam hitam (Birgus Latro) atau kepiting kelapa adalah semacam umang tapi tanpa rumah cangkang dan bentuknya besar.Bahkan ini adalah kepiting darat terbesar di dunia. Hidup dibebatuan, dekat pantai dan pohon-pohon kelapa. Karena kelapa adalah makanan utamanya untuk kepiting jenis ini. rasa dagingnya enak. kalau pak Bondan bilang mak nyuss kalo saya make news.....hehehehe